aku melihat


cerita islami

pusing ttg rizki

“pertama, aku melihat orang-orang selalu ragu dalam mensikapi masalah ketentuan rizki, tidak satupun dari mereka kecuali bersikap kikir terhadap harta yang dimilikinya dan bersifat tamak dalam memperolehnya. Namun, aku bertawakkal kepada Allah karena firman Nya dalam Q.S  Huud ayat 6
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

karena aku termasuk binatang melata, maka aku tidak merisaukan sesuatu yang telah dijamin Allah.

 

kisah

curhat

kedua, aku melihat setiap manusia mempunyai teman untuk mencurahkan rahasia dan mengadukan permasalahannya, namun mereka tidak dapat menyimpan rahasia dan tidak mau saling menolong. maka aku menjadikan amal salehku sebagai teman, supaya dia menjadi penolongku di hari perhitungan, meneguhkan diriku di hadapan Allah, dan menemaniku saat meniti shirat.

 

cerita

musuh

ketiga, aku melihat setiap orang memiliki musuh. dan saat kucermati diriku, ternyata musuhku bukanlah orang yang menggunjingku, bukan pula orang yang menyakitiku, tetapi musuhku adalah orang yang ketika aku sedang taat kepada Allah, ia menggodaku dengan perbuatan maksiatnya. aku melihat bahwa yang berbuat demikian adalah iblis, jiwa, dunia, dan nafsu. maka, aku menjadikan semua itu sebagai musuh, aku menjaga diri dari mereka, dan aku bersiap diri untuk memerangi mereka. aku tidak akan membiarkan salah satu pun dari mereka mendekatiku.

 

cerita hikmah

dibuntuti

keempat, aku melihat setiap makhluk yang hidup selalu dibuntuti. dan yang membuntutinya adalah malaikat maut. maka aku mempersiapkan diri untuk menemuinya. hingga bila ia datang, aku pergi bersamanya tanpa halangan.

 

islami

saling mencintai

kelima, aku melihat orang-orang saling mencintai dan membenci. aku melihat orang yang mencintai tidak memiliki sesuatu untuk kekasihnya. aku merenungkan sebab kecintaan dan kebencian mereka, maka aku tahu bahwa penyebabnya adalah fisik (jasad). maka aku menafikan sebab fisik dengan cara menafikan hubungan antara jiwa dan jasad ku, yaitu hubungan syahwat. maka aku mencintai semua orang, dan aku tidak merelakan untuk mereka kecuali apa yang aku relakan untuk diriku.

 

hikmah

tempat tinggal yang baru

keenam, aku melihat bahwa setiap orang akan meninggalkan tempat tinggalnya dan setiap orang akan kembali ke liang kubur. maka aku pun mempersiapkan semua amal perbuatan yang mampu kulakukan dan yang akan membahagiakanku di tempat tinggal yang baru itu, yang tidak ada satu pun dibaliknya kecuali surga dan nereka.” kata hatim al asham kepada gurunya syafiq al balkhi (seorang dokter ahli jiwa) setelah ia belajar dan tinggal bersama selama 30 tahun.

 

disadur dari buku terjemahan berjudul : 101 kisah teladan

judul asli : mi’ah qishshah wa qishshah fi anis ash shalihin wa samir al muttaqin

pengarang : muhammad amin al jundi

penerjemah : safrudin edi wibowo, Lc.

penerbit : mitra pustaka

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s