Mahrusali, Pak Aam, Rasulullah saw, & Uqbah di Kajian Sabtu Sore


2013-09-28 18.43.30

Hari itu Sabtu sore pukul 16.00 seperti biasa Mahrusali dan kawan – kawannya berkumpul di suatu pertemuan rutin. “KASUS” begitulah mereka biasa menyebutnya, KAjian SabtU Sore. Pertemuan yang berisi diskusi dan pengkajian keilmuan tentang aturan hidup sehari – hari itu diadakan oleh Mahrusali dan kawan – kawannya yang tergabung dalam IMM (Ikata Mahasiswa Muhammadiyah).

Sabtu kali ini adalah Sabtu pekan ke-4 di bulan ini, dan ustadz yang biasa mengisi untuk pekan ke-4 adalah Ustadz Aam Muamar. Beliau seorang guru di salah satu daerah di Kabupaten Bandung juga sekaligus pengurus aktif Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bandung.

Sore itu dengan diiringi gemercik air hujan, Pak Aam mengajak Mahrusali dan kawan – kawannya untuk mengupas salah satu hadits Rasulullah Muhammad saw tentang Beliau yang sedang berbincang dengan salah satu sahabat yang bernama Uqbah ibnu Amir;
“Wahai Uqbah maukah kamu aku kabarkan perbuatan yang sudah menjadi akhlaq orang – orang yang mulia di dunia dan di akhirat ?” Tanya Rasulullah kepada Uqbah.
“Bala yaa Rasulullaah.” Mahrusali masih ingat betul seperti itu Pak Aam mengisahkan bagaimana Uqbah menjawab pertanyaan Rasulullah tersebut.

“1. Kamu menyambung silaturahim dengan orang – orang yang telah memutuskan silaturahim dengan mu.
2. Kamu berbagi / memberi sesuatu kepada orang yang belum pernah memberikan sesuatu kepada mu.
3. Kamu memaafkan kesalahan orang yang menganiaya mu.”

Di dalam islam, apabila seseorang di dholimi oleh seseorang yang lain, maka boleh ia membalas mendholiminya. Bahkan salah satu orang yang do’a nya diijabah oleh Allah swt adalah orang yang dianiaya. Dalam artian, jika orang yang dianiaya tersebut berdo’a kepada Allah untuk dibalaskan orang yang telah menganiayanya, maka Allah akan membalaskannya.
Namun hal yang perlu kita ketahui, jika kita dianiaya oleh orang lain dan kita membalas menganiaya orang tersebut, maka perbuatan tersebut adalah standard, biasa saja, umum, wajar. Akan menjadi luar biasa alias antimainstream apabila kita dianiaya oleh orang lain meka kemudian kita memaafkan orang tersebut.

Dan hadits diatas adalah untuk memotivasi kita supaya menjadi manusia yang luarbiasa. Sebab jika;

“1. Menyambung silaturahim dengan orang – orang yang menyambung silaturahim dengan kita,
2. Berbagi / memberi sesuatu kepada orang lain yang juga berbagi / memberi sesuatu kepada kita,
3. Memaafkan kesalahan orang yang juga telah memaafkan kesalahan kita”
itu adalah standard, biasa saja, umum, & wajar.

Mahrusali pun kini menjadi lebih bersemangat untuk menjadi orang luarbiasa, jadi mulai kini walaupun ia menyadari akan berat mengerjakannya ia tetap berusaha untuk;

1. Menyambung silaturahim dengan orang – orang yang telah memutuskan silaturahim dengannya.
2. Berbagi / memberi sesuatu kepada orang yang belum pernah memberikan sesuatu kepadanya.
3. Memaafkan kesalahan orang yang telah berbuat aniaya kepada nya.

 

ditulis oleh ahsinSidqi

Advertisements

2 thoughts on “Mahrusali, Pak Aam, Rasulullah saw, & Uqbah di Kajian Sabtu Sore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s