Mengenai kontroversi akan kemungkinan adanya perbedaan penetapan Idul Adha 1433

******************** Dokumentasi T. Djamaluddin ******************** ======================================================== _____ Berbagi ilmu untuk pencerahan dan inspirasi _____

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Anggota Badan Hisab Rukyat, Kementeria Agama RI

 

 

Secara sepintas, kalau kita membaca garis tanggal Dzulhijjah 1433, para peminat hisab-rukyat akan bergembira, insya-allah Idul Adha tahun ini akan seragam, seperti halnya Idul Fitri 1433 lalu. Coba kita cermati garis tanggalnya pada dua gambar di atas. Pada saat maghrib akhir Dzulaqaidah 1433, 15 Oktober 2012, bulan sudah berada di bawah ufuk di seluruh Asia, Australia, Eropa, serta sebagian Amerika Utara dan Afrika. Itu ditandai dengan arsir merah pada diagram Accurate Time. Baru keesokan harinya, 16 Oktober 2012, hilal mungkin untuk dirukyat di sebagian besar Asia. Wilayah yang perlu kita perhatikan adalah Arab Saudi dan Asia Tenggara dengan arsir ungu dan hijau yang bermakna di wilayah itu hilal mungkin untuk dirukyat dengan mata telanjang karena sudah cukup tinggi. Dengan melihat garis tanggal itu, insya-allah awal Dzulhijjah di Arab Saudi, Indonesia, dan  negara-negara di Asia Tenggara…

View original post 165 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s