Hukum Akad Nikah via Video Call


Hukum akad nikah video call

Seiring dengan kemajuan teknologi, jarak bukanlah lagi menjadi halangan bagi orang yang ingin berkomunikasi. Komunikasi antara dua pihak atau lebih secara face-to-face kini dimungkinkan dengan menggunakan teknologi video call dalam jaringan 3G melalui perangkat handphone. Berkenaan dengan hal itu, bagaimanakah hukumnya melakukan akad pernikahan antara wali dengan pihak mempelai pria melalui video call?

Akad nikah sah secara syar’i jika memenuhi rukun-rukun dan syarat-syaratnya. Rukun-rukun nikah menurut jumhur ulama ada 5, yaitu:

  1. Ada mempelai pria
  2. Ada mempelai wanita
  3. Ada wali nikahnya
  4. Ada dua orang saksi, dan
  5. Akad ijab qabul

Masing-masing dari rukun tersebut mempunyai syarat-syarat tertentu. Khusus untuk ijab qabul, syarat-syaratnya adalah sebagai berikut:

  1. Ijab qabul dilaksanakan dalam satu Majlis
  2. Kesesuaian antara ijab dan qabul. Misalnya wali mengatakan: “Saya nikahkan anda dengan putri saya Khadijah..”, kemudian calon suami menjawab: “Saya terima nikahnya Fatimah …”, maka nikahnya tidak sah, karena antara ijab dan qabul tidak sesuai.
  3. Yang melaksanakan ijab (wali) tidak menarik kembali ijabnya sebelum qabul dari pihak lain (calon suami). Jika sebelum calon suami menjawab wali telah menarik ijabnya, maka ijab dan qabul seperti ini tidak sah.
  4. Berlaku seketika, maksudnya nikah tidak boleh dikaitkan dengan masa yang akan datang. Jika wali mengatakan: “Saya nikahkan anda dengan putri saya Khadijah besok atau besok lusa”, maka ijab dan qabul seperti ini tidak sah.

Maksud dari syarat pertama yang menyebutkan bahwa ijab qabul harus berada dalam satu Majlis maksudnya adalah proses ijab dan qabul harus terjadi dalam satu waktu. Suatu akad ijab dan qabul disebut dalam satu Majlis apabila setelah pihak wali selesai mengucapkan ijab, calon suami segera mengucapkan qabul. Diantara pernyataan ijab dan qabul tidak boleh ada jeda waktu yang terlalu lama, sebab jika terlalu lama maka qabul tidak dianggap sebagai jawaban ijab. Jeda yang lama mengiindikasikan calon suami menolak untuk menyatakan qabul. Antara ijab dan qabul tidak boleh diselingi dengan perkataan yang tidak terkait dengan nikah sedikit pun.

Dari penjelasan di atas, ijab dan qabul tidak harus dilakukan antara dua pihak dalam satu tempat. Para ulama imam madzhab sepakat tentang sahnya akad ijab dan qabul yang dilakukan oleh dua pihak yang berjauhan melalui sarana surat atau utusan.

Misalnya ijab dan qabul dilakukan melalui surat atau utusan dari wali yang dikirimkan kepada calon suami. Jika akad ijab dan qabul melalui surat, yang dimaksud dengan Majlis akad yaitu tempat suami membaca surat yang berisi ijab dari wali di hadapan para saksi, dan jika calon suami setelah membaca surat yang berisi ijab dari wali segera mengucapkan qabul, maka akad nikah dipandang dilakukan dalam satu Majlis.

Jika akad ijab dan qabul melalui utusan, yang dimaksud dengan Majlis akad yaitu tempat utusan menyampaikan ijab dari wali pada calon suami di hadapan para saksi, dan jika setelah utusan menyampaikan ijab dari wali, calon suami segera mengucapkan qabul, maka akad dipandang telah dilakukan dalam satu Majlis.

Pada zaman dahulu, akad antara dua pihak yang berjauhan hanya terbatas melalui alat komunikasi surat atau utusan. Sekarang, alat komunikasi berkembang pesat dan jauh lebih canggih. Seseorang dapat berkomunikasi melalui internet, telepon, atau melalui tele-conference secara langsung dari dua tempat yang berjauhan. Alat komunikasi telepon atau handphone, dahulu hanya bisa dipergunakan untuk berkomunikasi lewat suara (berbicara) ataupun SMS. Saat ini teknologi HP semakin canggih, di antaranya adalah fasilitas jaringan 3G. Salah satu layanan yang bisa dimanfaatkan melalui fasilitas jaringan 3G ini adalah video call. Melalui video call seseorang dapat berkomunikasi langsung lewat suara dan melihat gambar lawan bicara.

Oleh sebab itulah, jika akad ijab dan qabul melalui surat atau utusan disepakati kebolehannya oleh ulama madzhab, maka akad ijab dan qabul menggunakan fasilitas jaringan 3G, yakni melalui video call lebih layak untuk dibolehkan. Dengan surat atau utusan sebenarnya ada jarak waktu antara ijab dari wali dengan qabul dari calon suami. Sungguhpun demikian, akad melalui surat dan utusan masih dianggap satu waktu (satu Majlis). Sedangkan melalui video call, akad ijab dan qabul benar-benar dilakukan dalam satu waktu. Dalam akad ijab qabul melalui surat atau utusan, pihak pertama yakni wali tidak mengetahui langsung terhadap pernyataan qabul dari pihak calon suami. Sedangkan melalui video call, lebih baik dari itu, yakni pihak wali dapat mengetahui secara langsung (baik mendengar suara maupun melihat gambar) pernyataan qabul dari pihak calon suami, demikian pula sebaliknya. Kelebihan video call yang lain, para pihak yakni wali dan calon suami mengetahui secara pasti kalau yang melakukan akad ijab dan qabul betul-betul pihak-pihak terkait. Sedangkan melalui surat atau utusan, bisa saja terjadi pemalsuan.

Dengan demikian akad ijab dan qabul melalui video call sah secara syar’i, dengan catatan memenuhi syarat-syarat akad ijab dan qabul yang lain, serta memenuhi rukun-rukun dan syarat-syarat sah nikah yang lain. Apabila akad ijab dan qabul melalui video call sah antara wali dengan calon suami, maka sah juga untuk akad tawkil (mewakilkan) dari pihak wali kepada wakil jika wali mewakilkan akad nikah pada orang lain. Bahkan sah juga akad ijab dan qabul melalui video call antara wakil dengan mempelai pria.

Sekalipun demikian, alangkah baiknya akad ijab dan qabul dilakukan secara normal dengan bertemunya masing-masing pihak secara langsung. Ijab dan qabul dilakukan via video call apabila memang diperlukan karena jarak yang berjauhan dan tidak memungkinkan untuk masing-masing pihak bertemu secara langsung.

Dikutip dari artikel tim fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sumber

Advertisements

2 thoughts on “Hukum Akad Nikah via Video Call

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s