Tata Cara Shalat Tahajud


Cara shalat tahajud

Tata cara shalat tahajud, secara ringkasnya adalah sebagai berikut :

  1. Waktunya pelaksanaanya setelah shalat isya sampai sebelum waktu shubuh. (HR. al-Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah). Namun yang paling utama adalah pada sepertiga akhir malam. (HR. Ahmad, Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Jabir)
  2. Boleh dikerjakan sendirian ataupun secara berjamaah (HR. Muslim dari Ibnu ‘Abbas).
  3. Diawali dengan shalat iftitah dua rakaat. Tata cara shalat iftitah adalah sebagai berikut :
    • Membaca doa iftitah sebelum surat al-Fatihah
    • Hanya membaca surat al-Fatihah pada setiap rakaat (HR. Abu Daud dari Kuraib dari Ibnu ‘Abbas). Sedangkan bacaan lainnya seperti ruku’, i’tidal, sujud dan lainnya sama seperti shalat biasa.
    • Boleh dikerjakan sendirian ataupun berjamaah (HR ath-Thabrani dari Hudzaifah bin Yaman)

  4. Kemudian melaksanakan shalat sebelas rakaat. Beberapa hadist Nabi Muhammad SAW menjelaskan tentang berbagai cara melaksanakan shalat tahajud di antaranya :
    • 4 rakaat + 4 rakaat + 3 rakaat = 11 rakaat. (HR. Al-Bukhari dari ‘Aisyah)
    • 2 rakaat iftitah + 2 rakaat + 2 rakaat + 2 rakaat + 2 rakaat + 2 rakaat + 1 rakaat = 13 rakaat. (HR. Muslim dari ‘Aisyah)

  5. Pada shalat witir, dianjurkan membaca surat al-A’la setelah al-Fatihah pada rakaat pertama, surat al-Kafirun pada rakaat kedua, dan al-Ikhlas pada rakaat yang ketiga. Kemudian setelah salam, sambil duduk membaca :

(3x) سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

"Maha Suci (Allah), Dzat Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Suci"

dengan mengeraskan dan memanjangkan pada bacaan yang ketiga, kemudian dilanjutkan membaca :

رَبِّ الْمَلائِكَةِ وَالرُّوحِ

"Yang menguasai para malaikat dan ruh"
(HR. al-Baihaqi, juz 3/ no. 4640; Thabrani, juz 8/ no. 8115; Daruqutni, juz 2/ no. 2, dari Ubay bin Ka’ab. Hadis ini dikuatkan oleh ‘Iraqi)

  1. Membaca doa :
    • Berdasarkan hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas :
    • اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ.

      "Ya Allah, berikanlah di dalam hatiku cahaya, di dalam penglihatanku cahaya, di dalam pendengaranku cahaya. Dan (berikanlah) cahaya dari sebelah kananku, cahaya dari sebelah kiriku, cahaya dari atasku, cahaya di bawahku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku, dan berikanlah cahaya pada seluruh tubuhku."

    • Berdasarkan riwayat Muslim dari ‘Aisyah :
    • اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ.

      "Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari (siksa)-Mu. Aku tidak dapat lagi menghitung pujian yang ditujukan kepada-Mu. Engkau adalah sebagaimana pujian-Mu terhadap diri-Mu sendiri."

    • Berdasarkan hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas :
    • اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ أَنْتَ إِلَهِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ.

      "Ya Allah, hanya bagi-Mu segala pujian, Engkau cahaya (penerang) langit dan bumi. Hanya bagi-Mu segala pujian, Engkau Penegak langit dan bumi. Hanya bagi-Mu segala pujian, Engkau Yang Mengatur langit dan bumi beserta isinya. Engkau adalah Dzat yang haq. Janji-Mu adalah benar. Firman-Mu adalah benar. Perjumpaan dengan-Mu adalah benar. Surga adalah nyata. Neraka adalah nyata. Para nabi adalah benar. Hari kiamat adalah nyata. Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berserah diri. Hanya kepada-Mu aku beriman. Hanya kepada-Mu aku bertawakal. Hanya kepada-Mu aku kembali. Hanya atas pertolongan-Mu aku berjuang. Hanya kepada-Mu aku mohon keadilan. Maka ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku lakukan secara sembunyi-sembunyi dan yang terang-terangan. Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau."

    Doa-doa tersebut bisa dibaca ketika sujud, setelah membaca shalawat pada tasyahud akhir, atau ketika selesai shalat.

Sumber.
Photo credit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s